JAKARTA - Transformasi sistem pembayaran nasional terus melaju seiring meningkatnya adopsi transaksi digital di Indonesia. Bank Indonesia melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas peran QRIS dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.
Memasuki 2026, otoritas moneter tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi domestik. Perluasan jangkauan QRIS hingga lintas negara juga menjadi agenda utama yang disiapkan sejak awal tahun.
Bank Indonesia menargetkan adanya perluasan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS pada 2026. Target tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam mendorong sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan terintegrasi.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan sasaran ambisius yang ingin dicapai sepanjang 2026. Fokusnya mencakup peningkatan transaksi, jumlah pengguna, hingga perluasan kerja sama internasional.
Target 17-8-45 Jadi Simbol Arah QRIS 2026
Filianingsih menyebut Bank Indonesia menargetkan transaksi QRIS mencapai 17 miliar sepanjang 2026. Selain itu, ekspansi QRIS antarnegara ditargetkan menjangkau delapan negara.
Tak hanya itu, jumlah merchant yang menggunakan QRIS ditargetkan mencapai 45 juta. Di sisi pengguna, BI membidik angka 60 juta pengguna aktif pada akhir 2026.
"Tema pengembangan QRIS pada 2026 akan mengusung semangat kemerdekaan dengan angka 17-8-45 sebagai sasaran utama," kata Filianingsih mengutip dari Instagram resmi Bank Indonesia.
Tema tersebut dipilih sebagai simbol sekaligus pengingat arah pembangunan sistem pembayaran nasional. Angka-angka tersebut merepresentasikan target konkret yang ingin dicapai secara terukur.
Menurut Filianingsih, target tersebut bukan sekadar angka simbolik. Sasaran tersebut disusun berdasarkan tren pertumbuhan dan capaian QRIS dalam beberapa tahun terakhir.
Bank Indonesia menilai fondasi pengembangan QRIS sudah cukup kuat. Dengan basis pengguna dan merchant yang terus meningkat, target 2026 dinilai realistis untuk dicapai.
Kinerja QRIS 2025 Lampaui Ekspektasi
Lebih lanjut, Filianingsih menjelaskan bahwa capaian QRIS pada 2025 menjadi modal penting menuju target 2026. Sepanjang 2025, kinerja QRIS bahkan disebut melampaui ekspektasi awal.
Jumlah pengguna QRIS pada 2025 tercatat mencapai 59 juta. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 58 juta pengguna.
Selain jumlah pengguna, volume transaksi juga menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, transaksi QRIS tercatat mencapai 13,66 miliar transaksi.
Capaian tersebut jauh melampaui target awal yang hanya sebesar 6,5 miliar transaksi. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap QRIS.
Di sisi merchant, QRIS juga mencatatkan perkembangan pesat. Jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS menembus 42 juta hingga akhir 2025.
Angka tersebut melampaui target yang sebelumnya dipatok di level 40 juta merchant. Pencapaian ini memperkuat posisi QRIS sebagai tulang punggung transaksi ritel nasional.
Menariknya, sekitar 90% merchant QRIS berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini menunjukkan peran besar QRIS dalam mendukung UMKM.
Bank Indonesia menilai adopsi QRIS oleh UMKM menjadi indikator keberhasilan inklusi keuangan digital. Sistem pembayaran ini dinilai mampu menjangkau lapisan ekonomi terbawah.
Pertumbuhan pesat tersebut menjadi dasar optimisme BI dalam menetapkan target 2026. Dengan tren yang terus meningkat, BI yakin QRIS dapat berperan lebih besar.
Ekspansi QRIS Lintas Negara Terus Diperluas
Selain penguatan di dalam negeri, Bank Indonesia juga mendorong perluasan QRIS lintas negara. Inisiatif ini bertujuan mempermudah transaksi internasional bagi masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo telah menyampaikan rencana tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta.
Dalam acara yang berlangsung pada Jumat, 28 November 2025 tersebut, Perry menegaskan arah pengembangan QRIS ke depan. Layanan QRIS dirancang agar dapat digunakan di lebih banyak negara.
Ia menyebut QRIS akan mulai digunakan di sejumlah negara baru. Negara yang disebut antara lain Korea Selatan, India, dan Arab Saudi.
"Perluasan kerjasama QRIS setelah sukses dengan ASEAN, Jepang, dan Tiongkok. Kami merintis kerjasama QRIS cross border dengan Korea Selatan, India, dan Saudi Arabia," jelas Perry.
Pernyataan tersebut menegaskan langkah strategis BI dalam memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia. QRIS diposisikan sebagai alat pembayaran lintas batas yang kompetitif.
Sebelumnya, kerja sama QRIS lintas negara telah berhasil diterapkan di kawasan ASEAN. Kerja sama juga telah berjalan dengan Jepang dan Tiongkok.
Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi ekspansi ke wilayah lain. BI menilai pengalaman tersebut memberikan pembelajaran penting dalam aspek teknis dan regulasi.
Ekspansi QRIS lintas negara diharapkan mempermudah wisatawan dan pelaku usaha. Transaksi menjadi lebih praktis tanpa perlu menukar mata uang secara langsung.
Bagi UMKM, QRIS lintas negara membuka peluang pasar yang lebih luas. Pelaku usaha dapat melayani konsumen asing dengan sistem pembayaran yang familiar.
QRIS sebagai Pilar Sistem Pembayaran Masa Depan
Bank Indonesia menempatkan QRIS sebagai pilar utama sistem pembayaran digital nasional. Ke depan, QRIS diharapkan mampu mendukung stabilitas dan efisiensi ekonomi.
Pengembangan QRIS juga sejalan dengan agenda digitalisasi nasional. Sistem ini dirancang agar mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan target 60 juta pengguna pada 2026, BI ingin memastikan QRIS semakin merata. Pemerataan ini menjadi kunci dalam mendorong inklusi keuangan.
Selain itu, target 45 juta merchant menunjukkan fokus BI pada sektor ritel. Merchant kecil hingga besar diharapkan dapat memanfaatkan QRIS secara optimal.
Bank Indonesia juga terus memperkuat aspek keamanan sistem. Kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan QRIS.
Peningkatan literasi digital juga menjadi bagian dari strategi pengembangan. Masyarakat didorong untuk memahami manfaat dan cara penggunaan QRIS.
Dengan capaian 2025 yang melampaui target, BI optimistis menghadapi 2026. Target 17-8-45 dinilai sebagai langkah lanjutan yang menantang namun realistis.
QRIS tidak hanya dipandang sebagai alat pembayaran. Sistem ini juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Ke depan, sinergi dengan perbankan, pelaku usaha, dan regulator lain akan terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi kunci sukses pencapaian target 2026.
Dengan langkah yang terencana dan capaian yang solid, QRIS diproyeksikan semakin mengakar. Bank Indonesia berharap QRIS dapat menjadi kebanggaan sistem pembayaran nasional di tingkat global.