Kadin Manfaatkan Momentum ABAC untuk Perluas Pasar Perdagangan Indonesia

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:58:44 WIB
Kadin Manfaatkan Momentum ABAC untuk Perluas Pasar Perdagangan Indonesia

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Meeting I. 

Acara ini akan diselenggarakan pada 7-9 Februari 2026 di Jakarta sebagai momen strategis untuk ekspansi perdagangan. Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Pertemuan ABAC tahun ini istimewa karena dihadiri oleh negara-negara dengan dinamika ekonomi yang sangat kompetitif, seperti Amerika Serikat, China, Kanada, dan Rusia. 

Negara-negara ASEAN dan Asia Timur juga turut berpartisipasi dengan mengirim tiga perwakilan dunia usaha di level pimpinan. Kehadiran para pemimpin bisnis ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan dan kerja sama ekonomi.

Kadin memandang pertemuan ini bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai kesempatan nyata untuk melakukan business matching. 

Lewat kegiatan tersebut, Indonesia berpeluang memperluas kerja sama perdagangan dengan berbagai negara. Momentum ini akan dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kemajuan bisnis nasional.

Sinergi Kadin dan Kementerian Perdagangan

Dalam persiapan menghadapi ABAC, Anindya melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. 

Pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan pada 12 Januari 2026 ini menjadi langkah konkret dalam merancang strategi perdagangan. Kadin dan Kementerian Perdagangan sepakat untuk bersinergi dalam mendukung ekspansi pasar Indonesia.

Koordinasi ini juga bertujuan mengoptimalkan peran dunia usaha sebagai motor penggerak ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diyakini dapat menghasilkan kebijakan yang efektif dan implementasi yang tepat sasaran. Dengan dukungan penuh pemerintah, para pelaku usaha akan lebih mudah menembus pasar global.

Selain itu, Kadin juga mengajukan rencana konkret untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara Eropa, Kanada, dan kawasan Eurasia. 

Kesepakatan ini akan menjadi pijakan untuk memperluas jaringan dagang Indonesia. Kegiatan business matching nantinya akan difokuskan pada peningkatan ekspor dan investasi lintas negara.

Fokus pada Komoditas Unggulan Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Anindya juga menyoroti peluang besar pada komoditas unggulan Indonesia seperti kopi, teh, dan kakao. Selama ini pusat perdagangan komoditas tersebut masih didominasi oleh Inggris. 

Oleh karena itu, Kadin mendorong agar Indonesia mulai mengambil peran lebih besar sebagai pusat perdagangan kopi dunia.

Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Keanekaragaman kopi yang dimiliki, mulai dari arabika, robusta, hingga kopi luwak, menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan potensi ini, Indonesia bisa meningkatkan nilai tambah dan memperkuat posisi dalam perdagangan global.

Dorongan agar Indonesia menjadi pusat perdagangan kopi bukan sekadar wacana, tapi langkah strategis untuk memperkuat sektor agribisnis. 

Peningkatan posisi Indonesia dalam rantai nilai komoditas kopi dapat membuka akses pasar baru dan memperluas jaringan distribusi. Hal ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.

Memanfaatkan Dinamika Persaingan Global

Anindya melihat dinamika persaingan antara negara besar seperti AS dan China dalam forum ABAC sebagai peluang. Persaingan ini membuka ruang dialog yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia. Dengan menjadi mediator sekaligus pemain aktif, Indonesia bisa menarik perhatian dunia usaha global.

Kehadiran perwakilan bisnis dari negara-negara besar tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas relasi bisnis yang selama ini belum tergarap maksimal. Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendorong investasi dan ekspor di berbagai sektor. 

Keunggulan geografis dan demografis Indonesia juga menjadi nilai tambah dalam menarik perhatian investor.

Selain itu, forum ABAC menjadi ajang penting untuk berbagi praktik terbaik dan inovasi bisnis antarnegara. Kadin berencana membawa berbagai proposal konkret yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia. 

Dengan strategi yang matang, forum ini akan membuka peluang baru yang menguntungkan bagi dunia usaha nasional.

Harapan dan Strategi Ke Depan

Kadin optimistis bahwa momentum ABAC 2026 dapat membuka peluang bisnis global yang luas bagi Indonesia. Melalui sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha, berbagai program akan dijalankan untuk memperkuat ekspor dan investasi. Fokus utama tetap pada pengembangan produk unggulan dan peningkatan daya saing.

Strategi Kadin ke depan juga mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jaringan bisnis. Digitalisasi akan mempercepat proses bisnis dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan terus digalakkan untuk mendukung keberhasilan strategi.

Harapan besar disematkan agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam perdagangan global, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. 

Dengan persiapan matang dan kolaborasi erat, Indonesia siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era ekonomi global yang dinamis. Kadin berkomitmen mengawal proses ini agar dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.

Terkini