Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp17,43 Triliun dengan Proyek Strategis Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:50:55 WIB
Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp17,43 Triliun dengan Proyek Strategis Nasional

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp17,43 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menunjukkan peran penting perusahaan sebagai kontraktor BUMN dalam mendukung program pembangunan nasional.

Berdasarkan segmentasi industri, kontribusi terbesar kontrak baru berasal dari segmen Infrastruktur dan Building. Segmen ini didukung oleh proyek jalan, jembatan, sumber daya air, serta pembangunan gedung pemerintahan dan fasilitas publik yang strategis.

Segmen Energy & Industrial Plant (EPCC), Industri Penunjang Konstruksi, Properti & Realty, serta Investasi turut memperkuat portofolio WIKA. Diversifikasi ini memastikan perseroan memiliki komposisi pekerjaan yang seimbang dan mampu menghadapi fluktuasi pasar konstruksi.

Proyek Infrastruktur dan Peningkatan Konektivitas

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa sepanjang 2025, WIKA memperoleh berbagai proyek infrastruktur penting nasional. Proyek-proyek ini sejalan dengan program pemerintah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Beberapa proyek utama di antaranya pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 mendukung peningkatan konektivitas pengiriman logistik nasional.

Proyek Pengendalian Banjir Merauke serta jaringan irigasi di Sumatera Utara memperkuat ketahanan air dan mendukung pertanian berkelanjutan. Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat turut menjadi bagian dari kontribusi WIKA pada pembangunan pendidikan.

Selain itu, WIKA juga mengerjakan pembangunan fasilitas kesehatan, seperti RS Sardjito Yogyakarta. Pembangunan ini meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat.

Proyek pembangunan pipa transmisi gas segmen SKG Belawan – Stasiun Labuhan Batu mendukung hilirisasi industri nasional. Dengan proyek ini, WIKA berperan dalam memperkuat sektor energi sekaligus mendukung pengembangan industri domestik.

Peran Sosial dan Penanganan Bencana

Tidak hanya fokus pada proyek strategis nasional, WIKA juga menjalankan tanggung jawab sosial melalui pembangunan Hunian Darurat (Huntara) di Aceh Tamiang. Huntara ini membantu masyarakat terdampak bencana dengan hunian yang layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan.

Selain itu, WIKA ditunjuk Kementerian PUPR sebagai pelaksana Paket Pekerjaan Penanganan Keadaan Darurat Pasca Bencana Aceh 1. Proyek ini dilaksanakan di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa, memastikan bantuan cepat dan tepat bagi korban bencana.

Kegiatan sosial ini memperlihatkan komitmen WIKA dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Perusahaan mengintegrasikan aspek kemanusiaan ke dalam setiap proyek yang dijalankan, sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan.

Prospek Kontrak dan Strategi Bisnis ke Depan

Ke depan, WIKA optimistis prospek perolehan kontrak akan tetap solid. Hal ini didukung fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, dan penguatan konektivitas nasional yang menjadi peluang utama bagi perseroan.

Sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) nasional yang terintegrasi, WIKA memiliki kapabilitas untuk mengeksekusi proyek besar secara profesional. Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) turut memperkuat daya saing perusahaan di tingkat nasional maupun internasional.

Manajemen meyakini penerapan ESG secara berkelanjutan mampu meningkatkan reputasi dan kepercayaan investor. Hal ini juga memungkinkan WIKA menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, diversifikasi portofolio sektor Infrastruktur, EPCC, Industri Penunjang, dan Properti memberikan kestabilan pendapatan perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga kinerja keuangan meskipun kondisi pasar konstruksi mengalami dinamika tertentu.

WIKA terus mengutamakan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu dalam setiap proyek. Komitmen ini menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan pemerintah, klien, dan mitra bisnis di setiap proyek strategis.

Proyek-proyek besar seperti pembangunan IKN, tol Patimban, dan pipa gas di Sumatera menunjukkan kemampuan teknis dan manajemen WIKA. Keberhasilan menyelesaikan proyek-proyek tersebut memperkuat reputasi perseroan sebagai kontraktor BUMN yang andal dan profesional.

Dengan target perolehan kontrak yang realistis, manajemen WIKA optimistis dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Pencapaian ini akan memperkuat posisi WIKA di pasar konstruksi nasional dan memperluas kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Peningkatan konektivitas, pembangunan fasilitas publik, dan proyek energi menjadi fokus strategis perusahaan. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Keseluruhan strategi bisnis dan proyek WIKA menunjukkan integrasi antara tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perusahaan membuktikan diri mampu menghadirkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta memastikan keberlanjutan usaha di masa depan.

Terkini