JAKARTA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memulai 2026 dengan tren positif meski sempat terkoreksi pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Harga saham PGEO turun 2,38% ke level Rp1.230, tetapi Year-to-Date (YtD) tetap mencatat kenaikan 9,33%.
Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas analis masih merekomendasikan beli saham PGEO. Dari 18 sekuritas, 15 memberikan rating beli dan tiga sisanya merekomendasikan hold.
Target Harga dan Prospek Imbal Hasil
Konsensus analis menempatkan target harga PGEO di level Rp1.715,91. Target tersebut menyiratkan potensi imbal hasil sekitar 39,5% dari harga penutupan perdagangan kemarin.
RHB Sekuritas Indonesia juga mempertahankan rekomendasi beli untuk PGEO. Target harga saham dari RHB ditetapkan pada Rp1.530 per saham, mendukung ekspektasi kenaikan jangka menengah.
Valuasi Saham PGEO Masih Menarik
Analis RHB, Arandi Pradana, menilai valuasi PGEO masih relatif murah dibandingkan emiten panas bumi sejenis. Saham diperdagangkan pada level 9,2 kali EV/EBITDA 2026, sekitar 21% lebih rendah dari rata-rata kelompok emiten sejenis.
Selain itu, PGEO memiliki margin EBITDA jauh lebih tinggi, yakni sekitar 80%. Rata-rata margin EBITDA emiten panas bumi lain hanya sekitar 31%, menunjukkan keunggulan operasional PGEO.
Rekomendasi UBS dan Kinerja Masa Depan
UBS Sekuritas juga masih memberikan rekomendasi beli untuk PGEO. Target harga yang disematkan UBS adalah Rp1.780, dengan alasan kapasitas pembangkit non-fosil yang andal akan terus diapresiasi oleh pasar di tengah percepatan elektrifikasi.
Analis UBS, Timothy Handerson, menekankan bahwa PGEO berpeluang mencatat kinerja di atas pasar. Hal ini didorong oleh pemahaman investor terhadap nilai kapasitas pembangkit panas bumi yang bersifat firm dan andal, seiring ekspansi jaringan listrik yang cepat.
Meskipun sempat terkoreksi, saham PGEO menunjukkan prospek menguat dengan peluang imbal hasil yang menarik. Dukungan dari valuasi kompetitif, margin tinggi, dan kapasitas pembangkit andal membuat saham ini tetap menjadi pilihan strategis bagi investor di sektor energi baru terbarukan.