JAKARTA - PT PLN (Persero) memberikan fasilitas listrik gratis bagi hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara Indonesia di wilayah terdampak banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini bertujuan meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa token listrik gratis akan diberikan selama enam bulan. Selain itu, pemasangan instalasi listrik dan KWh meter juga ditanggung oleh PLN tanpa biaya tambahan.
Darmawan menegaskan bahwa paket pasang baru multi guna dan token listrik gratis menjadi bagian dari pengabdian PLN dalam pemulihan pasca bencana. Dukungan ini mencakup penerangan jalan umum (PJU) serta fasilitas umum di sekitar huntara.
Huntara yang dibangun Danantara Indonesia sebelumnya telah diserahkan sebanyak 600 unit kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Serah terima dilakukan oleh Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Danantara menekankan bahwa pembangunan huntara dilakukan sesuai standar hunian layak sementara. Masyarakat terdampak bencana diharapkan mendapat tempat tinggal aman dan nyaman dalam masa pemulihan.
Fasilitas Lengkap di Huntara untuk Masyarakat Terdampak
Setiap huntara dibangun dengan struktur yang kokoh dan aman bagi penghuninya. Akses air bersih dan sanitasi yang memadai menjadi prioritas utama agar hunian layak digunakan sehari-hari.
PLN memastikan kelancaran pasokan listrik di huntara agar aktivitas warga tetap berjalan normal. Dukungan listrik tanpa biaya ini juga memungkinkan fasilitas pendukung seperti klinik dan taman bermain beroperasi optimal.
Selain fasilitas dasar, huntara dilengkapi akses internet gratis. Hal ini menjadi penting agar masyarakat tetap terhubung dan mendapat informasi terkait bantuan serta layanan kesehatan.
Pemberian fasilitas ini merupakan sinergi antara pemerintah, PLN, dan Danantara Indonesia. Kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi pembangunan hunian darurat di daerah bencana lainnya.
Fasilitas listrik juga mendukung penerangan jalan dan keamanan di sekitar huntara. Kehadiran PJU dan paket pasang baru memastikan lingkungan huntara tetap nyaman dan aman bagi penghuni.
Danantara memastikan seluruh huntara dibangun sesuai protokol keselamatan bencana. Struktur bangunan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana susulan.
Rencana Pengembangan Huntara Tahap Selanjutnya
Danantara berencana melanjutkan pembangunan huntara secara bertahap hingga mencapai 15.000 unit. Target ini ditetapkan agar setiap keluarga terdampak banjir memiliki akses hunian sementara yang layak.
Setiap tahap pembangunan huntara akan disertai dengan dukungan fasilitas lengkap, termasuk listrik gratis, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan. Strategi ini dirancang untuk mendukung rehabilitasi dan pemulihan jangka panjang masyarakat.
PLN terus memantau operasional listrik di huntara selama periode enam bulan. Langkah ini memastikan pasokan listrik berjalan lancar dan aman untuk aktivitas sehari-hari warga.
Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat terdampak bencana. Dukungan listrik gratis menjadi salah satu kontribusi nyata bagi pemulihan dan kelangsungan hidup warga.
Fasilitas huntara juga dilengkapi sarana pendukung seperti klinik dan taman bermain untuk anak-anak. Hal ini memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan sementara dengan kualitas layak dan nyaman.
Danantara bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mendukung distribusi dan pengelolaan huntara. Pendekatan ini mempermudah koordinasi dan memastikan hunian darurat tepat sasaran.
Program pembangunan huntara dan dukungan listrik gratis menjadi langkah penting dalam mitigasi dampak bencana. Ketersediaan hunian sementara yang aman memungkinkan masyarakat memulihkan kehidupan mereka lebih cepat.
Paket fasilitas lengkap termasuk listrik, internet, PJU, dan sanitasi menunjukkan pendekatan terpadu dalam pembangunan huntara. Model ini dapat diterapkan di berbagai daerah rawan bencana di Indonesia.
Keberadaan huntara juga mendukung stabilitas sosial di daerah terdampak banjir. Warga memiliki tempat tinggal sementara yang aman sehingga tidak terjadi kepanikan atau kerusuhan akibat kehilangan rumah.
PLN dan Danantara memastikan koordinasi rutin untuk mengatasi potensi kendala teknis. Pemeliharaan jaringan listrik serta fasilitas huntara menjadi fokus utama agar tidak terjadi gangguan bagi penghuni.
Langkah ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara BUMN, swasta, dan pemerintah dalam pemulihan pasca bencana. Sinergi tersebut menjadi model kerja sama yang efektif untuk masyarakat terdampak.
Pembangunan huntara menjadi contoh nyata pemulihan berbasis komunitas dan infrastruktur. Dukungan listrik gratis dari PLN menegaskan komitmen pelayanan publik di saat masyarakat paling membutuhkan.
Selain itu, program ini juga mendorong kesadaran pentingnya mitigasi risiko bencana. Hunian sementara yang aman menjadi bagian dari strategi perlindungan masyarakat terhadap bencana alam.
Danantara menargetkan semua tahap pembangunan huntara selesai dalam beberapa bulan mendatang. Proyek ini diharapkan mencakup seluruh keluarga terdampak di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemberian fasilitas listrik gratis menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan huntara. Hal ini memastikan kegiatan harian mereka dapat berjalan normal tanpa hambatan biaya listrik.
Dengan fasilitas lengkap, huntara mendukung kehidupan sosial dan ekonomi sementara warga. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan mereka tetap produktif dan terhubung dengan layanan publik.
Ke depan, model huntara ini diharapkan menjadi standar bagi penanganan bencana di Indonesia. Sinergi PLN, Danantara, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi hunian darurat ini.