Hutama Karya Terapkan Buka-Tutup Lalu Lintas Palembang–Betung Demi Keselamatan dan Kelancaran Proyek Overpass

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:59:35 WIB
Hutama Karya Terapkan Buka-Tutup Lalu Lintas Palembang–Betung Demi Keselamatan dan Kelancaran Proyek Overpass

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Nasional lintas timur Sumatra Palembang–Betung KM 69-71. Langkah ini diterapkan untuk mendukung pembangunan overpass di STA 111+250 proyek tol Palembang–Betung.

Buka-tutup jalur diberlakukan pada malam hari mulai 30–31 Januari 2026, 1–2 Februari 2026, dan 11–14 Februari 2026. Waktu pelaksanaan berlangsung pukul 22.00–05.00 WIB dengan durasi kurang lebih 60 menit per siklus penutupan dan pembukaan.

Skema buka-tutup dilakukan secara bergantian, yakni 60 menit penutupan diikuti 60 menit pembukaan. Pola ini diterapkan berulang sampai seluruh jadwal malam hari selesai.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mitigasi risiko. Tujuannya adalah memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses konstruksi di lapangan.

“Hutama Karya berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Banyuasin, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel Kementerian PU, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin,” ujar Mardiansyah, Kamis, 22 Januari 2026.

Langkah Keamanan dan Kenyamanan Selama Buka-Tutup

Jalur buka-tutup akan dilengkapi akses darurat untuk ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Hal ini dilakukan agar kendaraan darurat dapat melintas apabila terjadi situasi kritis.

Selain itu, seluruh jalur disiapkan rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta perangkat keselamatan lain. Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan pengguna jalan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Petugas pengatur lalu lintas disiagakan di titik-titik kritis sepanjang ruas Jalan Nasional Palembang–Betung. Sosialisasi juga dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat mendapat informasi terkait pengalihan jalur.

Mardiansyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang akan terjadi. Ia juga mengimbau pengguna jalan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas.

Masyarakat diminta tetap waspada saat melintas di sekitar lokasi proyek. Kepatuhan terhadap protokol keselamatan dapat menjaga perjalanan tetap aman dan lancar.

Peran Tol Palembang–Betung dan Efisiensi Mobilitas

Tol Palembang–Betung Seksi 3 Mainroad menjadi bagian penting jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Ruas ini nantinya terhubung langsung dengan Tol Betung–Tempino–Jambi dan Tol Palembang–Indralaya.

Keberadaan tol ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah perkotaan Palembang–Banyuasin. Hal ini sekaligus memperlancar arus logistik menuju kawasan industri di Sumsel setelah tol beroperasi penuh.

Tol Palembang–Betung diproyeksikan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari dua jam menjadi 45 menit. Efisiensi ini diharapkan mendukung pergerakan barang logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan.

Kehadiran overpass menjadi salah satu titik vital untuk meningkatkan kapasitas jalan. Pembangunan ini juga bertujuan mengurangi risiko kemacetan dan menambah keamanan pengguna jalan di jalur strategis.

Hutama Karya menekankan bahwa seluruh proyek dilakukan dengan pengawasan ketat. Setiap langkah konstruksi dan rekayasa lalu lintas dikontrol agar sesuai dengan standar keselamatan nasional.

Kerjasama lintas instansi menjadi kunci sukses pengaturan buka-tutup. Dengan koordinasi yang baik, arus kendaraan tetap terjaga, meski volume lalu lintas meningkat di malam hari.

Proyek ini diharapkan selesai sesuai jadwal tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara signifikan. Strategi buka-tutup menjadi solusi terbaik untuk menyeimbangkan pembangunan dan kelancaran lalu lintas.

Petugas lapangan dilengkapi peralatan komunikasi dan keamanan. Hal ini memungkinkan penanganan cepat terhadap kendala atau insiden yang terjadi di lokasi pekerjaan.

Sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting. Informasi mengenai jadwal buka-tutup disebarkan agar pengendara bisa merencanakan perjalanan dengan baik.

Tol Palembang–Betung juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Infrastruktur ini akan mempercepat distribusi logistik dan mempermudah mobilitas antar kota di Sumsel.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas, pengguna jalan tetap dapat melintasi ruas jalan nasional dengan aman. Petugas dan perangkat keselamatan terus disiapkan untuk menghadapi kemungkinan darurat.

Pembangunan overpass merupakan bagian dari rencana jangka panjang JTTS. Keberadaan tol yang terintegrasi diharapkan mampu menampung arus kendaraan yang tinggi secara efektif.

Hutama Karya memastikan seluruh aspek proyek sesuai standar teknis. Kesiapan petugas, marka, rambu, serta sistem komunikasi menjadi prioritas selama masa konstruksi.

Tol ini juga diharapkan menjadi alternatif utama perjalanan logistik dan penumpang. Kecepatan dan keamanan perjalanan di ruas Palembang–Betung menjadi fokus utama pengelola tol.

Melalui langkah-langkah ini, Hutama Karya menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Upaya ini diharapkan menjadi model pengelolaan proyek infrastruktur di kawasan lain.

Terkini