Aset Dana Pensiun BCA Tembus Rp6,11 Triliun, Strategi dan Tantangan 2026 Disorot

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:40:54 WIB
Aset Dana Pensiun BCA Tembus Rp6,11 Triliun, Strategi dan Tantangan 2026 Disorot

JAKARTA - Dana Pensiun Pemberi Kerja Penyelenggara Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA mencatat total aset perusahaan mencapai Rp6,11 triliun per akhir 2025. Direktur Utama Dapen BCA Budi Sutrisno menyampaikan, nilai aset tersebut tumbuh sebesar 3,61% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

“Pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi oleh hasil investasi sepanjang tahun berjalan serta dinamika pasar obligasi dan saham,” ucap Budi kepada Bisnis, Senin, 9 Februari 2026. ROI atau Return on Investment Dapen BCA tercatat sebesar 8,8% per Desember 2025.

Capaian ini diperoleh melalui evaluasi berkelanjutan atas komposisi investasi dan pemanfaatan momentum pasar. Budi menekankan bahwa strategi investasi yang matang menjadi kunci pertumbuhan aset.

Proyeksi dan Target Pertumbuhan Aset 2026

Untuk 2026, Dapen BCA menargetkan pertumbuhan aset yang sejalan dengan kondisi pasar dan proyeksi regulator. “Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kesinambungan jangka panjang,” sebut Budi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset dana pensiun bisa tumbuh 10%–12% YoY pada 2026. Dapen BCA menilai proyeksi tersebut masih realistis selama ekonomi domestik stabil dan volatilitas global terkendali.

Budi menjelaskan, pertumbuhan aset didorong oleh dua faktor utama, yakni akumulasi iuran peserta dan hasil investasi. Kondisi pasar yang kondusif akan mendorong peningkatan nilai wajar portofolio dana pensiun.

Suku bunga yang stabil, performa pasar obligasi yang positif, serta tren saham yang menguntungkan akan sangat memengaruhi pertumbuhan. Di sisi lain, kesinambungan arus iuran dan pengelolaan kewajiban manfaat juga menentukan pertumbuhan bersih aset.

Strategi Investasi dan Manajemen Risiko

Dapen BCA menekankan keseimbangan antara imbal hasil dan pengelolaan risiko untuk mendongkrak pertumbuhan aset pada 2026. Penyesuaian alokasi aset dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan proyeksi suku bunga dan kondisi pasar.

Instrumen pendapatan tetap menjadi pilar utama, karena karakteristik kewajiban jangka panjang dana pensiun. Penempatan pada saham dilakukan secara selektif untuk menangkap potensi pertumbuhan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

“Penguatan manajemen risiko dan pengelolaan likuiditas menjadi prioritas agar kewajiban pembayaran manfaat tetap terjaga,” tegas Budi. Strategi ini dirancang untuk memastikan likuiditas dan kinerja investasi tetap optimal.

Namun, tantangan dari volatilitas pasar keuangan tetap menjadi perhatian. Kenaikan yield obligasi dapat menekan valuasi portofolio, sementara pasar saham sangat dipengaruhi sentimen global dan arus dana asing.

Selain itu, tren peningkatan pembayaran manfaat seiring bertambahnya peserta pensiun harus dikelola hati-hati. Dapen BCA menekankan pendekatan disiplin, diversifikasi portofolio, serta pengelolaan likuiditas sebagai mitigasi utama.

Perluasan Basis Peserta dan Peluang Industri

Secara industri, pekerja informal dan generasi muda memiliki potensi besar dalam memperluas basis peserta dana pensiun. Partisipasi lebih luas akan memperkuat akumulasi iuran jangka panjang dan meningkatkan skala industri.

Namun bagi dana pensiun pemberi kerja seperti Dapen BCA, pertumbuhan aset tetap bergantung pada jumlah peserta aktif internal, kesinambungan iuran, dan kinerja investasi. Peningkatan literasi serta kesadaran pensiun di kalangan generasi muda juga menjadi faktor positif bagi industri secara keseluruhan.

Dengan strategi investasi yang seimbang dan manajemen risiko yang kuat, Dapen BCA optimistis mempertahankan pertumbuhan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengantisipasi tantangan pasar dan menjaga kesinambungan pembayaran manfaat.

Selain itu, pemanfaatan momentum pasar obligasi dan saham menjadi faktor penting dalam pertumbuhan aset. Dapen BCA terus melakukan evaluasi portofolio untuk menangkap peluang tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Pengelolaan likuiditas yang memadai memastikan dana pensiun tetap mampu memenuhi kewajiban jangka panjang. Langkah-langkah ini sekaligus menjaga kepercayaan peserta dan mendukung stabilitas industri dana pensiun.

Lebih jauh, pemantauan tren global dan domestik menjadi bagian dari strategi Dapen BCA. Dinamika pasar internasional, termasuk arus modal asing, akan diantisipasi melalui alokasi aset yang adaptif dan selektif.

Secara keseluruhan, pertumbuhan aset Dapen BCA per akhir 2025 menjadi indikasi keberhasilan strategi investasi dan pengelolaan risiko. Target 2026 tetap realistis selama prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dijalankan konsisten.

Keseimbangan antara imbal hasil, likuiditas, dan pengelolaan kewajiban manfaat menjadi kunci keberlanjutan dana pensiun. Dapen BCA menekankan bahwa prinsip-prinsip tersebut akan terus diterapkan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Industri dana pensiun di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika kesadaran pensiun di kalangan generasi muda meningkat. Dapen BCA terus memanfaatkan peluang ini sambil menjaga stabilitas dan keberlanjutan portofolio.

Dengan strategi yang matang dan pengelolaan risiko yang disiplin, Dapen BCA menargetkan pertumbuhan yang sejalan dengan kondisi pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga aset tetap optimal dan manfaat pensiun terjamin.

Terkini