JAKARTA - Konektivitas udara di wilayah pedalaman Kalimantan Utara kembali menunjukkan geliat positif. Layanan transportasi udara yang menghubungkan ibu kota Kabupaten Malinau dengan kecamatan terpencil dan wilayah perbatasan kini telah beroperasi normal.
Kembalinya layanan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan penerbangan perintis. Jalur udara menjadi sarana vital untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui transportasi darat.
Pada hari ini, Senin, 19 Januari 2026, penerbangan perintis kembali dijadwalkan beroperasi. Rute-rute tersebut melayani mobilitas masyarakat melalui Bandara Malinau Kota.
Keberadaan penerbangan perintis menjadi tulang punggung transportasi bagi warga pedalaman. Program ini membantu mempercepat pergerakan orang dan barang dengan biaya yang relatif terjangkau.
Penerbangan subsidi tersebut memang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat. Akses udara ini menjadi solusi utama untuk menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan.
Dengan beroperasinya kembali layanan ini, aktivitas sosial dan ekonomi warga mulai kembali bergerak. Masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur sungai dan darat yang memakan waktu lama.
Jadwal Penerbangan Perintis Hari Ini di Malinau
Untuk hari Senin, terdapat sejumlah rute penerbangan perintis yang secara khusus dioperasikan. Rute-rute ini menghubungkan Malinau dengan kecamatan di wilayah pedalaman.
Salah satu rute yang dijadwalkan hari ini adalah Malinau menuju Long Alango di Kecamatan Bahau Hulu. Rute ini dilayani dengan sistem pulang pergi atau PP.
Penerbangan dari Malinau ke Long Alango dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WITA. Harga tiket yang ditetapkan untuk rute ini sebesar Rp 333.580.
Sementara itu, penerbangan dari Long Alango menuju Malinau dijadwalkan berangkat pukul 08.50 WITA. Tarif tiket untuk rute kembali ini sebesar Rp 313.580.
Rute lainnya yang beroperasi hari ini adalah Malinau menuju Binuang di Kecamatan Krayan Tengah. Penerbangan ini menjadi jalur penting bagi warga Krayan Tengah.
Pesawat untuk rute Malinau ke Binuang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WITA. Harga tiket yang berlaku untuk rute ini sebesar Rp 291.400.
Jadwal penerbangan tersebut disusun untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat. Pengaturan waktu juga mempertimbangkan kondisi cuaca dan kesiapan landasan.
Penerbangan perintis ini menggunakan pesawat dengan kapasitas terbatas. Oleh karena itu, pengelolaan jadwal dan penumpang menjadi aspek penting dalam operasional.
Rute Rutin Penerbangan Perintis di Kabupaten Malinau
Selain jadwal khusus hari Senin, penerbangan perintis di Malinau beroperasi secara rutin. Maskapai Susi Air melayani berbagai rute selama enam hari dalam sepekan.
Rute-rute tersebut mencakup sejumlah kecamatan di wilayah administrasi Kabupaten Malinau. Layanan ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau transportasi lain.
Penerbangan menuju Kecamatan Krayan dengan tujuan Long Bawan tersedia setiap hari Selasa dan Kamis. Rute ini menjadi salah satu jalur utama ke wilayah perbatasan.
Selain Krayan, layanan juga tersedia menuju wilayah Kayan Hilir. Rute ini meliputi Data Dian dan Long Sule yang dijadwalkan pada hari tertentu.
Penerbangan ke Sungai Boh dengan tujuan Mahak Baru juga termasuk dalam layanan rutin. Rute ini melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah aliran sungai.
Wilayah Krayan Selatan dengan tujuan Long Layu turut masuk dalam daftar rute penerbangan perintis. Jadwal penerbangan ke wilayah ini tersedia pada hari Rabu hingga Jumat.
Selain itu, Kecamatan Pujungan juga mendapatkan layanan penerbangan perintis. Rute ini tersebar dalam jadwal yang sama pada pertengahan hingga akhir pekan.
Untuk rute menuju Kayan Hulu dengan tujuan Long Apung, penerbangan tersedia setiap hari Sabtu. Jadwal ini menjadi satu-satunya akses udara rutin ke wilayah tersebut.
Keberagaman rute ini menunjukkan luasnya cakupan layanan penerbangan perintis di Malinau. Program ini dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin wilayah terpencil.
Operasional 2026 dan Imbauan bagi Penumpang
Pengawas Susi Air Tarakan, Arif, menyampaikan bahwa layanan penerbangan perintis tahun anggaran 2026 telah resmi beroperasi kembali. Operasional ini dimulai sejak awal Januari 2026.
“Sudah beroperasi melayani beberapa tujuan termasuk di Malinau, mulai Januari 2026 kemarin,” katanya. Pernyataan ini menegaskan kesiapan maskapai dalam melayani masyarakat.
Dengan kembalinya operasional penerbangan perintis, kebutuhan mobilitas warga dapat kembali terpenuhi. Layanan ini sangat membantu warga yang memiliki kepentingan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Penerbangan perintis menggunakan pesawat jenis Pilatus Porter. Jenis pesawat ini dikenal andal untuk landasan pendek namun memiliki kapasitas kursi terbatas.
Karena keterbatasan kapasitas tersebut, calon penumpang diimbau untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal. Pemesanan dapat dilakukan langsung di loket resmi Bandara Malinau Kota.
Langkah pemesanan lebih awal dinilai penting untuk menghindari kehabisan tiket. Hal ini terutama berlaku pada hari-hari dengan tingkat permintaan tinggi.
Pihak maskapai juga mengingatkan penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan. Perubahan jadwal dapat terjadi menyesuaikan kondisi cuaca dan operasional.
Masyarakat diharapkan mematuhi ketentuan dan prosedur yang berlaku saat menggunakan layanan ini. Kepatuhan penumpang akan membantu kelancaran operasional penerbangan.
Keberadaan penerbangan perintis di Malinau menjadi simbol pemerataan akses transportasi. Program ini menunjukkan komitmen untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman.
Dengan konektivitas udara yang kembali normal, aktivitas masyarakat di pedalaman Malinau diharapkan semakin lancar. Transportasi udara tetap menjadi solusi utama bagi wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.
Penerbangan perintis bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga tentang akses terhadap layanan dasar. Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran transportasi udara ini.
Ke depan, layanan penerbangan perintis diharapkan terus berkelanjutan. Konsistensi jadwal dan kualitas layanan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.