Pertamina

Pertamina Raih Penghargaan Internasional Atas Inovasi Kilang Balikpapan dan Pertadex

Pertamina Raih Penghargaan Internasional Atas Inovasi Kilang Balikpapan dan Pertadex
Pertamina Raih Penghargaan Internasional Atas Inovasi Kilang Balikpapan dan Pertadex

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meraih apresiasi inovasi internasional dari National Research Council of Thailand (NRCT). Penghargaan diberikan pada gelaran Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand, atas keberhasilan inovasi formula bahan bakar diesel bersulfur rendah, Pertadex, yang mampu menjadi solusi bagi komponen penyusun Avtur pesawat terbang.

General Manager KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan bisnis saat ini. Pencapaian ini menunjukkan budaya kerja perusahaan yang menekankan inovasi berstandar global untuk menghasilkan teknologi dan produk unggulan.

Efisiensi Produksi dan Dampak Positif Inovasi Pertadex

Inovasi bertajuk “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications" memungkinkan KPI Unit Balikpapan meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan komitmen produksi Avtur. Selain itu, inovasi ini meminimalisir penggunaan Pertadex sebagai media flushing line dan mempercepat waktu produksi untuk mode Avtur dan Pertadex.

Efisiensi yang dihasilkan juga memberikan dampak finansial signifikan bagi perusahaan. Lifting Pertadex tercatat sebesar 1.629 ribu barrel, yang berkontribusi pada peningkatan profit Pertamina hingga 7,2 juta US$ pada 2022, sambil menjaga kualitas produk tetap optimal.

Selain peningkatan profit, inovasi ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Waktu produksi berhasil dipercepat dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari dan pengurangan emisi karbon tercatat mencapai 1.399 ton CO2 per tahun.

Novie Handoyo Anto menegaskan bahwa semangat inovasi ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap tantangan internal dan eksternal. “Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujarnya.

Apresiasi Internasional dan Pengakuan Global

Atas keunggulan inovasi Pertadex, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, dan Exhibiting Valuable Invention dari NRCT. Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong, sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi berstandar internasional.

Selain itu, para inovator Pertamina juga menerima Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) di Polandia. Penghargaan diserahkan oleh CEO API&R, Michal Szota, sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap karya inovasi yang dibuat tim KPI Unit Balikpapan.

Tim inovator Pertamina juga berpartisipasi dalam Forum International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX). Ajang ini merupakan pameran inovasi internasional tahunan yang mempertemukan penemu dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan karya terbaik mereka.

Inovasi Pertadex sebelumnya telah meraih penghargaan Platinum pada ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025. Tim Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX, yang diketuai Adimas Prasetyaaji, beranggotakan Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, Deden Riskianandika, dan difasilitasi Ferdana Eldriansyah, menjadi pelopor inovasi ini.

Strategi Pertamina dan Dampak Inovasi terhadap Ketahanan Energi

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa penghargaan ini membuktikan kapabilitas kelas dunia yang dimiliki perwira Pertamina. “Pertamina mendorong seluruh Subholding dan Unit Operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya.

Menurut Baron, inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi produksi. Selain itu, inovasi ini mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan melalui pengurangan emisi karbon, sekaligus menjadi bentuk transformasi berkelanjutan Pertamina.

Keberhasilan ini juga memperkuat sumber daya manusia di bidang energi. Tim inovator menunjukkan kemampuan untuk menghasilkan teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan berstandar global, sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.

Penghargaan di IPITEX 2026 menegaskan posisi KPI Unit Balikpapan sebagai pemain utama inovasi kilang dan energi di tingkat internasional. Indonesia juga semakin diperhitungkan dalam peta inovasi energi global berkat kontribusi karya inovatif Pertamina.

IPITEX 2026 diikuti oleh 883 inovasi dari 24 negara, antara lain Canada, China, Croatia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kuwait, Laos, Macao, Malaysia, Maroko, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, Vietnam, Yaman, Taipei, serta Thailand sebagai tuan rumah.

Komitmen Pertamina terhadap inovasi ini diharapkan terus menciptakan teknologi dan produk baru yang efisien. Selain menambah profit, inovasi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong ketahanan energi nasional secara nyata.

Dengan penghargaan internasional ini, KPI Unit Balikpapan menunjukkan bahwa inovasi berbasis efisiensi dan keberlanjutan dapat bersaing di kancah global. Hal ini menjadi inspirasi bagi unit operasi lain untuk meningkatkan kapabilitas inovasi dan adaptasi terhadap tantangan bisnis.

Secara keseluruhan, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi juga bukti komitmen Pertamina dalam meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan industri energi nasional. Dengan inovasi seperti Pertadex, Pertamina memperkuat posisi strategisnya dalam memenuhi kebutuhan energi dan mendukung perekonomian global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index