Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono Diproyeksikan Gantikan Juda Agung di Bank Indonesia 2026

Thomas Djiwandono Diproyeksikan Gantikan Juda Agung di Bank Indonesia 2026
Thomas Djiwandono Diproyeksikan Gantikan Juda Agung di Bank Indonesia 2026

JAKARTA - Pertukaran jabatan strategis tengah terjadi di lingkup ekonomi nasional, di mana Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diproyeksikan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Sementara itu, Deputi Gubernur BI Juda Agung akan menempati posisi Wakil Menteri Keuangan, menandai rotasi yang cukup mengejutkan bagi publik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi kemungkinan pertukaran jabatan ini pada Senin malam, 20 Januari 2026, di Gedung DPR RI, Jakarta. Ia menilai langkah ini sebagai peluang bagi Thomas untuk memperluas pengalaman di ranah moneter, setelah sebelumnya berkecimpung di bidang fiskal.

Dukungan Pemerintah dan Alasan Rotasi

Purbaya menyatakan dukungannya terhadap usulan Presiden Prabowo Subianto yang mengajukan Thomas sebagai pengganti Juda Agung. Menurut Purbaya, pengalaman Thomas di sektor ekonomi fiskal akan menjadi bekal penting dalam mengelola kebijakan moneter nasional.

"Ya bagus lah, supaya Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal sekarang, kalau masuk ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," ujar Purbaya. Rotasi ini juga dianggap sebagai tahap pengenalan Thomas terhadap dinamika pengambilan keputusan di BI.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI edisi November 2025, Thomas telah dilibatkan untuk mempelajari proses pengambilan kebijakan moneter. Purbaya menyebut langkah itu sebagai tahap awal Thomas untuk memahami secara langsung mekanisme kerja bank sentral.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat pengganti Juda Agung. Pengajuan resmi telah dilakukan melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR untuk proses uji kelayakan atau fit and proper test.

Kandidat Lain dan Proses Fit and Proper Test

Selain Thomas, Presiden juga mengajukan dua nama lainnya sebagai kandidat Deputi Gubernur BI, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima Surpres tersebut dan akan segera menjadwalkan fit and proper test untuk ketiga kandidat.

"Surpres sudah kami terima. Kemudian Komisi XI ditugaskan untuk melakukan fit and proper test, dan saya sudah minta kepada sekretariat untuk mengatur jadwal," ujar Misbakhun. Ia menambahkan bahwa proses uji kelayakan dijadwalkan minggu ini, memastikan posisi strategis di bank sentral segera terisi.

Thomas dikenal memiliki latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman profesional yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan. Ia merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, serta putra pertama mantan Gubernur BI, Soedradjad Djiwandono, yang menambah dimensi pengalaman keluarga dalam pengelolaan kebijakan ekonomi.

Dicky Kartikoyono saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dengan pengalaman profesional yang luas di bank sentral. Sementara Solikin M. Juhro memimpin Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan moneter dan ekonomi makro, serta rekam jejak akademik internasional.

Proses fit and proper test akan menilai kompetensi profesional, pengalaman, dan integritas kandidat. DPR diharapkan memberikan persetujuan berdasarkan kriteria tersebut untuk memastikan kelangsungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Dampak Rotasi Bagi Kebijakan Ekonomi Nasional

Rotasi jabatan ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara fiskal dan moneter di Indonesia. Dengan posisi baru di BI, Thomas diharapkan dapat membawa perspektif fiskal dalam pengambilan keputusan moneter, meningkatkan koordinasi lintas sektor ekonomi.

Sementara Juda Agung akan menempati posisi Wakil Menteri Keuangan, memungkinkan integrasi pengalaman moneter ke dalam pengelolaan kebijakan fiskal. Langkah ini diyakini dapat mendorong konsistensi kebijakan ekonomi makro dan memperkuat fondasi keuangan negara.

Publik menantikan hasil fit and proper test yang transparan dan profesional, mengingat pentingnya posisi Deputi Gubernur BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Jabatan ini memegang peran strategis dalam pengawasan sektor keuangan, pengelolaan cadangan devisa, serta pengambilan keputusan terkait inflasi dan suku bunga.

Rotasi Thomas dan Juda juga dianggap sebagai strategi pengembangan kapasitas SDM di tingkat atas sektor ekonomi. Pengalaman lintas bidang yang dimiliki kedua pejabat ini diharapkan memperkuat kinerja institusi pemerintah dan bank sentral dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Keputusan DPR nantinya akan menentukan siapa yang akan menempati posisi strategis Deputi Gubernur BI. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni, Thomas diyakini mampu mengelola sektor moneter dengan efektif dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas perekonomian.

Selain itu, Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro tetap menjadi kandidat kuat yang dapat memperkuat struktur kepemimpinan BI. Ketiga nama tersebut mencerminkan kombinasi pengalaman di sistem pembayaran, kebijakan makroprudensial, dan ekonomi internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index