JAKARTA - Onitsuka Tiger bukan sekadar merek alas kaki; ia adalah simbol sejarah panjang dari Jepang yang berhasil memadukan warisan olahraga dengan estetika modern.
Dikenal dengan garis-garis "Tiger Stripes" yang ikonik, brand ini telah menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan tampilan smart-casual yang bersih namun tetap berkarakter. Memasuki tahun 2026, popularitas Onitsuka Tiger tetap stabil berkat desainnya yang minimalis, bobotnya yang ringan, serta fleksibilitasnya untuk dipadukan dengan berbagai gaya busana, mulai dari celana jin hingga setelan semi-formal.
Memilih model yang tepat memerlukan pemahaman terhadap siluet dan tujuan penggunaan, karena setiap varian menawarkan tingkat kenyamanan dan "getaran" gaya yang berbeda.
Mexico 66: Sang Legenda Paling Populer
Mexico 66 adalah model paling ikonik dari Onitsuka Tiger. Lahir dari desain sepatu lari tahun 1960-an, sepatu ini memiliki ciri khas berupa bagian tumit yang diperkuat (heel cross) dan tutup tumit (flap) dengan logo brand.
Karakter: Tipis, ramping, dan sangat fleksibel.
Gaya: Sangat cocok bagi Anda yang menyukai gaya vintage atau retro. Model ini tersedia dalam ratusan kombinasi warna, dengan warna putih-biru-merah sebagai pilihan paling aman dan klasik.
Kekurangan: Karena solnya yang tipis, sepatu ini kurang disarankan untuk penggunaan jalan kaki jarak jauh yang ekstrem jika Anda membutuhkan penyangga lengkungan kaki (arch support) yang tebal.
Mexico 66 SD (Super Deluxe): Upgrade Kenyamanan Premium
Jika Anda menyukai desain Mexico 66 tetapi menginginkan kenyamanan lebih, varian SD (Super Deluxe) adalah jawabannya. Secara visual hampir identik dengan model standar, namun dibekali dengan teknologi modern.
Karakter: Menggunakan material kulit yang lebih halus dan berkualitas tinggi.
Teknologi: Dilengkapi dengan insole OrthoLite dan bantalan fuzeGEL di bagian tumit yang membuatnya jauh lebih empuk daripada versi klasik.
Gaya: Memberikan kesan lebih mewah dan premium, cocok untuk penggunaan harian yang lebih intens di perkotaan.
Serrano: Terinspirasi Sepatu Lari Track and Field
Serrano terinspirasi oleh sepatu lari berduri dari tahun 1970-an. Sepatu ini memiliki sol luar yang sedikit lebih tebal dan melengkung di bagian depan, memberikan pengalaman berjalan yang berbeda dari Mexico 66.
Karakter: Bobotnya sangat ringan dengan perpaduan material nilon dan suede.
Gaya: Memiliki kesan lebih sporty dan kasual. Bagian jari kaki yang sedikit naik memberikan sirkulasi udara yang baik, menjadikannya pilihan favorit untuk cuaca tropis di Indonesia.
Corsair: Siluet Bold Dengan Cushioning Tebal
Bagi Anda yang lebih menyukai siluet sepatu yang tampak lebih padat atau "berisi", Corsair adalah pilihan tepat. Desain ini merupakan cikal bakal dari tren sepatu lari modern dengan midsole yang lebih tebal.
Karakter: Memberikan redaman guncangan yang lebih baik berkat sol karet yang tebal.
Gaya: Sangat pas dipadukan dengan celana chino atau celana pendek. Siluetnya yang sedikit lebih besar memberikan kesan maskulin dan tangguh.
GSM (Game, Set, Match): Estetika Sepatu Tenis Klasik
GSM merupakan singkatan dari Game, Set, Match, yang merujuk pada akar desainnya sebagai sepatu tenis tahun 80-an. Model ini menawarkan tampilan yang lebih minimalis dan "bersih".
Karakter: Menggunakan material kulit berpori (perforated) untuk aliran udara dan sol datar yang stabil.
Gaya: Ini adalah pilihan terbaik untuk tampilan office-look yang santai. Desainnya yang simpel membuatnya mudah masuk ke dalam gaya berpakaian apa pun tanpa terlihat mencolok.