JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan kepulangan ribuan santri dari Situbondo menuju Madura.
Melalui penyediaan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74, Kemenhub memfasilitasi perjalanan para santri dari Pelabuhan Jangkar menuju Kabupaten Sumenep menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Langkah strategis ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur. Penyediaan kapal perintis ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi massal yang aman bagi para santri yang akan menjalani masa libur pesantren di kampung halaman.
Respons Cepat Terhadap Permohonan Kepulangan Santri Berjamaah
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengungkapkan bahwa fasilitasi ini bermula dari surat permohonan yang diajukan oleh panitia kepulangan santri dari berbagai pondok pesantren besar di Situbondo. Kemenhub segera merespons kebutuhan tersebut dengan menyiagakan armada pelayaran perintis yang memadai.
"Beberapa waktu yang lalu kami mendapat surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah dari beberapa pondok pesantren di Situbondo, dan kami menindak lanjuti, alhamdulillah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 siap mengangkut para santri pulang kampung," ujar Herland di Situbondo.
Prioritas Keselamatan Pelayaran Melalui Infrastruktur Kapal Perintis
Keputusan mendatangkan KM Sabuk Nusantara 74 didasari oleh pertimbangan teknis terkait kapasitas dan keselamatan. Kemenhub menilai armada kapal reguler yang ada saat ini tidak cukup memadai untuk menampung lonjakan jumlah santri dalam waktu yang bersamaan. Penggunaan kapal perintis dipandang sebagai solusi terbaik untuk menjaga standar keselamatan pelayaran.
Infrastruktur kapal perintis ini memiliki kapasitas angkut yang cukup besar, yakni mampu menampung sekitar 500 penumpang dalam satu kali perjalanan. Dengan kapasitas ini, risiko kelebihan muatan pada kapal-kapal kecil dapat dihindari, sehingga proses penyeberangan menuju kepulauan di Madura dapat berjalan lebih kondusif.
Jadwal dan Koordinasi Lintas Pesantren di Situbondo
Berdasarkan data awal, gelombang kepulangan santri secara berjamaah, khususnya dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, dijadwalkan berlangsung pada 9-10 Februari 2026. Fokus rute utama adalah keberangkatan dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
"Usulan dari panitia kepulangan santri berjamaah menjelang bulan Ramadhan 2026 rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ada sekitar 800 orang santri," jelas Herland. Untuk mematangkan persiapan, KSOP berencana menggelar rapat koordinasi lanjutan guna memastikan validitas data penumpang dari tiap-tiap pesantren.
Estimasi Lonjakan Penumpang Dan Kesiapan Logistik Laut
Pemerintah memprediksi jumlah santri yang akan menyeberang tahun ini bisa mencapai angka ribuan. Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, antusiasme kepulangan santri menjelang bulan puasa selalu tinggi, sehingga kesiapan infrastruktur pelabuhan dan armada kapal menjadi kunci utama.
"Kalau kami mengacu pada tahun sebelumnya, santri dari beberapa pesantren yang pulang kampung pada libur Ramadhan ada sekitar 2.000 orang," pungkas Herland. Dengan sinergi yang kuat antara Kemenhub, otoritas pelabuhan, dan pengurus pesantren, diharapkan tradisi pulang kampung para santri tahun 2026 ini dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan.